
UNIVERSITAS Langlangbuana (Unla) menggelar Masa Pengenalan Lingkungan (Mapeling) untuk menyambut dan meresmikan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Rangkaian kegiatan yang berlangsung komprehensif selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 23–26 September 2026 ini, tidak hanya menjadi gerbang awal akademik, tetapi juga ajang pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas.
Puncak pembukaan Mapeling diselenggarakan pada Rabu (23/9/2026) pagi melalui prosesi Sidang Terbuka Senat Universitas Langlangbuana dipimpin langsung Rektor Unla, Irjen Pol. (P) Dr. Drs. A. Kamil Razak, S.H., M.H., yang sekaligus melantik 588 mahasiswa peserta Mapeling Unla. Momen sakral ini ditandai dengan pembacaan janji mahasiswa dan pemasangan jaket almamater secara simbolis oleh Rektor didampingi para Wakil Rektor.
Sidang senat terbuka ini menunjukkan sinergi kuat antara dunia pendidikan dan para pemangku kepentingan di Jawa Barat. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya sejumlah tokoh penting yang turut memberikan sambutan khusus, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E. yang juga merupakan alumni Unla, Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum, serta Anggota DPR RI Komisi VIII Dr. Hj. Atalia Praratya, S.IP, M.I.Kom yang memberikan sesi motivasi khusus untuk para mahasiswa baru Unla.
Di hadapan mahasiswa baru, Rektor Unla, Irjen. Pol. (P.) Dr. Drs. A. Kamil Razak., SH., MH. menegaskan posisi Unla sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi integritas moral dan melontarkan peringatan keras dan tanpa kompromi terkait keamanan lingkungan kampus. “Saya ingin menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, perundungan, intimidasi, diskriminasi, maupun pelecehan di Universitas Langlangbuana,” tegas Kamil Razak dalam pidatonya pada Sidang Terbuka Senat, Rabu (23/9/2026) di Wisma Buana Unla, Jalan Karapitan No.116, Cikawao, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Kamil Razak menginstruksikan secara langsung agar budaya kampus dibangun di atas prinsip saling mengayomi, di mana senior wajib membimbing juniornya dan menjadi teladan yang baik guna menciptakan tempat yang aman untuk bertumbuh. Ia juga menekankan bahwa kepintaran dan kecakapan teknologi akan kehilangan makna tanpa adanya karakter.
Selain isu karakter, dalam mapeling bertema “Membentuk Mahasiswa Berintegritas, Berkarakter kebangsaan, Beretika, Cerdas Digital, Adaptif dan Tangguh Menghadapi Tantangan Era AI menuju Indonesia Emas 2045”, Kamil jugamenyoroti tantangan era disrupsi digital. Rektor mengingatkan bahwa mahasiswa kini hidup di tengah perubahan cepat yang digerakkan oleh Artificial Intelligence (AI), big data, dan otomatisasi. Oleh karena itu, mahasiswa Unla dituntut untuk adaptif serta menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan etis.
Tidak berhenti pada pengembangan diri, Rektor juga menantang para mahasiswa baru untuk melihat realitas persoalan hukum, ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan di masyarakat. Pendidikan tinggi, menurutnya, baru akan menemukan maknanya jika ilmu yang dipelajari mampu memberikan solusi bagi publik.
“Jangan hanya datang ke Unla untuk kuliah. Datanglah untuk bertumbuh. Datanglah untuk berpikir. Datanglah untuk berkarya. Dan datanglah untuk mempersiapkan masa depan,” pungkas Rektor, memotivasi mahasiswa baru yang hadir.
Pada kegiatan Mapeling 2026 ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E. menyambut para mahasiswa baru dengan penuh keramahan dan kehangatan. Sebagai alumni Unla, Erwan menitipkan pesan penting kepada mahasiswa baru agar senantiasa tekun dalam studi dan menjunjung tinggi integritas. Erwan berharap setelah lulus tepat waktu nanti, bekal integritas tersebut akan terus dipegang teguh saat bekerja agar kehadiran mereka memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Jaga integritas, jaga iman dan moral kita. Itu yang paling utama,” ujarnya.
Erwan mengungkapkan bahwa ia bangga sebagai alumni Unla. “Saya bangga sebagai lulusan Unla dan bisa seperti sekarang ini berkat didikan dari Universitas Langlangbuana,” tuturnya memotivasi para mahasiswa.
Dalam sambutannya, Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. mendorong mahasiswa baru Unla untuk menguasai dua kemampuan kunci: adaptif dan responsif. Keterampilan adaptif menjadi modal penting untuk menghadapi arus pesat teknologi, sementara kelincahan responsif dibutuhkan agar mahasiswa selalu unggul dalam menyikapi perkembangan zaman. Pipit optimistis bekal tersebut dapat mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan siap bersinergi mengawal isu-isu daerah.
“Saya berharap mahasiswa Unla siap melanjutkan estafet kepemimpinan masa depan sekaligus menjadi mitra strategis kepolisian, khususnya melalui keberadaan Pusat Studi Kepolisian Unla untuk bersama-sama mengkaji berbagai isu di Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengucapkan selamat kepada para mahasiswa baru Unla yang sudah tergabung per hari ini (Rabu, 23/9/2026) dengan 2.158.826 mahasiswa baru di seluruh Indonesia, khususnya 124.000 mahasiswa baru di Jawa Barat. Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 284 Juta, dengan usia produktif sekitar 196 Juta. Dari jumlah usia produktif tersebut, hanya sekitar 12% penduduk yang dapat lulus kuliah di pendidikan tinggi. “Maknanya, tidak semua orang yang produktif, yang bisa menempuh bangku kuliah, bisa lulus kuliah. Keistimewaan bagi kalian bahwa tidak semua orang bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi,” ujar Lukman.
Di samping itu, Lukman menekankan agar para mahasiswa baru selalu mengenang jasa orang tua. Ia mengingatkan bahwa kesempatan berkuliah yang mereka nikmati saat ini merupakan buah dari kerja keras, doa, dan pengorbanan mendalam dari orang tua.
Usai prosesi Sidang Senat ditutup, rangkaian hari pertama Mapeling langsung “tancap gas” dengan sesi Kuliah Umum yang membedah isu-isu strategis. Materi pembekalan dirancang tajam, menyentuh kesadaran bela negara, transformasi sistem pendidikan tinggi di era revolusi industri, hingga pelayanan akademik kampus.
Lebih jauh, Unla menaruh perhatian serius pada integritas moral mahasiswanya. Hal ini dibuktikan melalui materi pengembangan karakter yang secara gamblang menekankan penguatan nilai antiplagiarisme, antiperundungan, antinarkoba, antikorupsi, serta komitmen pencegahan kekerasan seksual di ranah kampus.
Hari pertama Mapeling diisi materi penguatan jati diri bangsa dan kesadaran bela negara yang disampaikan Prof. Dr. Pandji Santosa, Drs., M.Si.. Selain itu, para mahasiswa juga dibekali wawasan terkait transformasi pendidikan tinggi di era digital oleh Prof. Dr. Euis Eka P.,Dra.,M.P. Agenda kemudian berlanjut dengan sesi pemaparan dari Dr. Sri Sustariyah, Ir., M.T. terkait muatan lokal Program Kampus Berdampak dan pengembangan karier mahasiswa. Sebagai penutup sesi materi, I Gede Putra Muliawan, S.I.P., M.Si., M.M. membekali mahasiswa dengan penguatan karakter berintegritas dan etika bermedia sosial, yang mencakup komitmen anti-plagiarisme, anti-perundungan, anti-narkoba, anti-korupsi, serta pencegahan kekerasan seksual.
Memasuki hari kedua, Kamis (24/9/2026), fokus Mapeling bergeser pada pengenalan ekosistem kemahasiswaan. Para mahasiswa baru diajak berolahraga pagi, dilanjutkan dengan pengenalan organisasi intra-kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-U), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM-U), dan pengenalan serta pendaftaran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Kegiatan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unla meninggalkan kesan mendalam dan antusiasme tinggi bagi para mahasiswa baru. Kemasan acara yang unik serta penyampaian materi yang interaktif membuat sesi pengenalan ragam wadah kegiatan ini menarik dan tidak membosankan. Hal tersebut diakui oleh Muhammad Raffael Hasan, mahasiswa peserta mapeling dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unla, yang tertarik menyalurkan minat beladirinya dengan bergabung di UKM Tarung Drajat.
Kesan positif serupa juga dirasakan oleh Hiranmayi Karuna Sindhu dari Prodi Ilmu Hukum FH Unla, yang terpikat penampilan memukau dari UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM). “Seru banget dan banyak banget pilihannya. Penyampaian materinya juga sangat menarik membuat kita ngga bosen nontonnya. Saya tertarik ikut UKM PSM Unla, karena kakak-kakaknya bagus banget penampilannya, merdu dan harmoni,” kata Hiranmayi.
Rangkaian Mapeling tingkat universitas kemudian ditutup pada Kamis sore dengan penyerahan mahasiswa baru dari pihak universitas kepada masing-masing pimpinan fakultas. Selanjutnya, orientasi akan difokuskan pada pengenalan spesifik di tingkat fakultas yang dijadwalkan berlangsung hingga penutupan seluruh rangkaian Mapeling pada Sabtu (26/9/2026) sore.
Melalui Mapeling yang terstruktur dan padat makna ini, Unla berharap dapat melahirkan generasi muda unggul yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh, berkarakter kebangsaan yang kuat, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat. (Humas Unla)***
Penulis: Ahmad Nada, Foto: Elzi








