
UNIVERSITAS Langlangbuana (Unla) resmi membuka Program Studi Magister Hukum Kesehatan dalam sebuah acara peluncuran yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di Wisma Buana Unla, Jalan Karapitan No. 116, Cikawao, Kota Bandung. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kompleksitas tantangan hukum di sektor kesehatan saat ini.
Rektor Unla, Irjen Pol (P) Dr. Drs. A. Kamil Razak, S.H., M.H., menegaskan komitmen Unla dalam mencetak praktisi hukum yang kompeten untuk memperkuat sistem kesehatan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Kehadiran program studi ini merupakan langkah strategis universitas dalam menjawab tantangan hukum di sektor kesehatan yang semakin kompleks. Kami berkomitmen mencetak praktisi hukum yang handal untuk memperkuat sistem kesehatan, khususnya di wilayah Jawa Barat,” ujar Kamil Razak dalam pidatonya.
Ia juga menambahkan optimisme bahwa melalui kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai asosiasi eksternal, Program Studi Magister Hukum Kesehatan Unla akan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tri Bhakti Langlangbuana (YPTBL), Komjen Pol (P) Drs. H. Nana S. Permana, menyatakan rasa bangga atas komitmen Unla dalam memperluas cakrawala ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa tantangan di lapangan saat ini menuntut tenaga kesehatan memiliki pemahaman hukum yang mendalam serta payung hukum yang kuat dalam setiap pengambilan keputusan.
Dunia kesehatan saat ini, menurut Nana, tidak hanya terbatas pada aspek pengobatan, tetapi juga berkaitan erat dengan regulasi, etika profesi, hingga potensi sengketa hukum. Oleh karena itu, YPTBL berkomitmen penuh mendukung penyediaan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia terbaik demi mencetak lulusan yang unggul dan berintegritas.
“Harapan saya selaku Ketua Pembina, program studi ini tidak sekedar menjadi sarana untuk memperoleh gelar akademik, melainkan menjadi wadah lahirnya berbagai solusi atas permasalahan hukum kesehatan di Indonesia,” tegas Nana.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar kurikulum program ini disusun secara spesifik untuk menjembatani ilmu medis dan ilmu hukum. Selain itu, masa studi dirancang agar efektif dan fleksibel bagi para profesional tanpa mengurangi kualitas akademik.
Acara peresmian ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, para Wakil Rektor, Guru Besar, Dekan, Kaprodi, Dosen, Unsur Pimpinan Universitas, perwakilan Yayasan, dan sejumlah tokoh penting lainnya. Dengan peluncuran ini, diharapkan program studi baru tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan kesehatan dan kemajuan bangsa.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, MMRS, juga turut memberikan apresiasi dan dukungan melalui sambutannya. Menurut Vini, semakin kritisnya masyarakat karena informasi yang mudah didapatkan, pelayanan kesehatan menjadi tidak mudah. Khususnya bagi tenaga kesehatan, ada suatu kekhawatiran dan rasa ketakutan terkait aduan dari masyarakat.
“Masyarakat kerap mengajukan surat kepada kami untuk difasilitasi masalah terkait sengketa dengan institusi seperti dengan BPJS, rumah sakit, atau dengan tenaga kesehatan. Untuk masalah hukum ini, perlu adanya fasilitas atau sarana, yang semuanya tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah, dan memerlukan dukungan dari pihak swasta, khususnya universitas untuk tumbuhnya prodi-prodi yang berhubungan dengan hukum kesehatan,” kata Vini.
Puncak acara simbolis peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng oleh Ketua Pembina YPTBL yang diserahkan kepada Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hj. Euis Eka Pramiarsih, Dra., M.Pd.. Momen ini didampingi oleh Rektor Unla, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, serta Ketua Prodi Magister Hukum Kesehatan, Dr. dr. Dodo Suhendar, M.M. dan pemasangan Jas Almamater kepada calon mahasiswa Prodi Magister Hukum Kesehatan.
Acara juga dimeriahkan penampilan Tim UKM Arta Buana menampilkan Tari Wilujeng Sumping yang memukau dan penayangan video ucapan selamat dari berbagai pihak eksternal, termasuk para ketua asosiasi yang telah menjalin kerja sama dengan Unla, serta jajaran dekan internal universitas.
Peluncuran Prodi Magister Hukum Kesehatan ini diharapkan dapat menjadikan Unla sebagai salah satu pusat pengabdian dan pengembangan hukum kesehatan di Indonesia. (Humas Unla)***







