SEMINAR FISIP UNTUK ANAK INDONESIA

Senin, 17 April 2017 01:51:34 WIB Oleh : Administrator


image

“Persoalan anak selalu menjadi perhatian utama karena keberadaan anak sangat menentukan potensi dan kekuatan sebagai cikal bakal bangsa di masa datang”. Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Langlangbuana Dr. H. R.AR Harry Anwar, S.H., M.H. dalam sambutannya saat membuka seminar FISIP untuk anak Indonesia bertempat di Wisma Buana Unla.

Harry menambah, saat ini, fakta di lapangan banyak terjadi pelanggaran terhadap hak asasi anak. Hampir setiap hari masyarakat disuguhi berbagai berita tentang persoalan yang menyangkut anak.

Hadir sebagai nara sumber dalam seminar ini Prof. Jessica D. Warner, M.S.W., M.A. dosen Colombia University dan John Jay Criminal Justice College USA dengan materi bertajuk Universal Rights for Children involved with The Law dan Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unla Dr. Siti Anah Kunyati.

Jessica mengatakan, bahwa saat ini kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di berbagai penjuru dunia termasak Amerika. “Saat ini Amerika mengalami krisis kepedulian ini terhadap anak. Malah dalam pemerintahan Donald Trump sekarang, dana sosial untuk anak pun dipangkas”.

Sementara itu Siti Anah menyampaikan bahwa saat ini kekerasan yang terjadi terhadap anak di Jawa Barat mencapai 162.075 kasus. Kasus-kasus tersebut antara lain penelantaran balita, anak yang terkait hukum, anak jalanan, dan tindak kekerasan terhadap anak. “Kasus ini sering terjadi dan dikaitkan dengan berbagai persoalan, terutama kemiskinan dan pengaruh lingkungan”, katanya. Anah memambahkan, mereka mengalami kesulitan dan keterbatasan kemampuan dalam mengakses berbagai sumber pelayanan sosial dasar sehingga tidak dapat memenuhi kehidupan yang layak. Untuk itu para pemangku kepentingan seperti pendidikan, pemerintahan, hingga masyarakat pada umumnya harus bersatu menjalin kerjasama untuk menganggulangi masalah ini.

Pada kesempatan yang sama, Unla juga memberikan santunan kepada anak-anak jalanan serta penandatanganan dan cap lima jari sebagai dukungan terhadap RUU Praktek Pekerjaan Sosial.

Nantia Rena (Humas UNLA)