MONITORING KKNM UNLA 2018 DI KABUPATEN PANGANDARAN

Selasa, 04 September 2018 11:06:26 WIB Oleh : Humas Unla


image

Senin, 27 Agustus 2018 jajaran Rektorat Universitas Langlangbuana (UNLA) Bandung telah melaksanakan monitoring KKNM UNLA 2018 yang bertempat di balai kantor kecamatan Pangandaran. Kegiatan ini diisi dengan pemapaparan hasil dan rencana program kerja yang dilakukan oleh kelompok 1 Desa Pangandaran dan kelompok 2 Desa Pananjung. Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Tri Bhakti (YPTB) dilanjutkan dengan sambutan dari rektor UNLA, Dr. H. R. AR. Harry Anwar, S.H., M.H. dan camat Pangandaran.

Sesi pemaparan dalam acara ini diisi berturut-turut kelompok 1 dan kelompok 2. Pembicara pertama, Yogi Dirgantara (Hukum) sebagai ketua program kerja dari kelompok 1 memaparkan hasil sementara program kerja yang telah dilaksanakan di desa Pangandaran. Kegiatan tersebut terbagi ke dalam beberapa bidang, yakni bidang ekonomi, dengan tujuan membangun usaha yang kreatif inovatif dan berjangka panjang. Peningkatan eksistensi tempat wisata melalui kegiatan promosi sosial media dan fotografi videografi yang masuk ke dalam bidang pariwisata. Dan bidang pendidikan, sosial budaya, dan spiritual yang bertujuan untuk membentuk mindset masyarakat agar berakhlak, berilmu, dan bermoral tinggi. Melalui pembagian bidang tersebut, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan kelompok 1 tidak hanya berputar pada pengembangan tetapi juga pembentukan kegiatan usaha inovatif dan pola pikir masyarakat kreatif.

Uraian mengenai program kerja kelompok 2, dibuka langsung oleh Yusuf Shidiq (Teknik Informatika) selaku ketua program, dilanjutkan dengan pemaparan  oleh masing-masing koordinator program. Dalam kegiatan monitoring gabungan kali ini, ada tiga program kerja yang kelompok 2 unggulkan, yaitu PSM (Peran Serta Masyarakat), Nelayan juga Perdagangan. Homestay (Pondok Wisata) sebagai salah satu sektor pendukung pariwisata melalui program How to Good Customer Service mencoba memberi pengertian mengenai pentingnya pelayanan prima bagi pengguna jasa. SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi salah satu kendala nyata bagi perubahan Desa Pananjung, kurangnya awareness terhadap lingkungan dan kesehatan salah satu contohnya. Melalui pemberdayaan masyarakat kelompok 2 tak hanya ingin membentuk dan membangun awareness saja, tetapi juga menemukan potensi-potensi baru yang bisa di kembangkan di desa Pananjung.

Setelah sesi pemaparan berakhir, ketua Yayasan Pendidikan Tri Bhakti memberikan komentar terkait hasil pemaparan mahasiswa KKNM UNLA. Selain itu, saran dan semangat pun diberikan oleh rektor Universitas Langlangbuana.

Acara berakhir pada pukul 17.00 WIB dan ditutup oleh Athena Agnestafia Ginanjar (PGSD) selaku Master of Ceremony.